Minggu, 22 Februari 2015

Tanya kenapa

Recently, almost all my friends talk about MARRIED. Including me.
Tema paling happening setahun terakhir.
Mungkin karena 25th.
Usia yg dianggap paling baik untuk menikah.
Tidak terlalu dini & tidak terlalu lambat. Pokoknya PAS.
At least kalau punya anak umur 17th, masih 11-12 (katanya).

Dan seiring dengan bergantinya hari, satu persatu undangan pernikahan teman seangkatan datang silih berganti.
Berita gembira dari dilamar, acara tunangan, foto prewed & segala bentuk kerempongan mendekati hari H bisa diupdate lewat sosmed.(kasian yg jomblo..)

After all that (good or bad) news,
I hv big question & no idea to answer it.
Kenapa semua org harus stress untuk segera menikah hanya karena usia?
Even me. :|
Why we should make a limit?
What if it doesnt go the way we planned?

Dan somehow smua kesetresan ini berujung dengan mendesak psgn untuk segera mikirin hal yg sama, menikah.
Even sometimes i think this is not right, when we push someone to make decision. Decision that they dont even (yet) think.

Dan pertanyaan lain:
Gimana kalo nikah yg lg happening ini juga saya inginkan just bcs everybody do it?
Gimana kalo setelah nikah saya tidak bahagia?
Bukannya menikah menambah beban?
Saat sy single, smua keputusan sy putuskan sendiri.
Uang yg sy punya sy belanjakan sesuka hati.
Sy tidak perlu repot mengurus org lain, sy cukup mengurus diri sy sendiri.
Dan ketika menikah, sy harus mengurus org lain selain diri saya
Uang yg sy punya & trima dr psgn harus sy belanjakan dengan bijak karena kebutuhan rumah tangga akan berbeda dengan kebutuhan pd saat single.
Segala hal harus sy putuskam bersama pasangan.
Apapun yg sy lakukan harus mendapat ijin dr psgn.

I dont know what im talking about, bcs im not (yet) married and he is not even pop the question.
Mungkin ini cuman galau tengah malam saat g bisa tidur dan efek kebanyakan bahas nikahan  digroup line.


Semoga semua yg indah datang diwaktu yg tepat.